Minggu, 09 September 2012
Pentingkah menghafal Quran???
Abdul Aziz Abdul Rauf. Lc, seorang hafizhul- Quran yang sudah sangat dikenal dikalangan masyarakat yang merindukan al-Quran, dan aktif mengadakan ‘Tahfizh Quran Motivation’ mengawali tulisannya tentang Hifzhul Quran dan Tarbiyah Imaniyah dalam bukunya Tarbiyah Syakhshiyah Quraniyah, beliau mengatakan,” menghafal al-Quran harus diyakini sebagai suatu bagian dari perjalanan pembinaan akidah bagi orang yang beriman, sehingga aqidah yang belum sampai pada standar yang diinginkan tidak akan mampu melihat realitas hifzhul Quran sebagai tuntutan perkembangan akidahnya. Nampak jelas sekali dari ungkapan di atas bahwa kepedulian seorang muslim untuk melibatkan diri dalam program menghafal al-Quran merupakan realisasi peningkatan kualitas keimanannya. Dalam tulisannya tersebut, beliau menambahkan, “akidah yang baik akan berdampak kepada pemahaman ibadah kepada Allah yang sempurna. Dari situ akan lahirlah berbagai macam upaya untuk berusaha lebih dekat kepada Allah dengan mengikuti semua petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Dalam proses ini manusia pasti akan bertemu dengan suatu sarana ibadah berupa al-Quran.” Lebih jauh lagi beliau menambahkan mengapa orang yang meningkat keimanannya akan sampai pada kesimpulan di atas, ini dikarenakan al-Quran akan menyediakan bentuk komunikasi aktif dengan Allah. Dari al-Quran manusia akan merasa dipanggil, ditegur, diancam, serta diiming-iming oleh Rabbnya, maka yang pertama terjadi adalah kesadaran bertilawah (membaca al-Quran) lalu semakin bertambah keimanannya akan muncul kesadaran menghafal, dan semakin bertambah keimanannya, lahirlah kesadaran untuk beriteraksi dengan al-Quran dalam semua bentuk yang telah dilakukan oleh Rasulullah. Oleh karena itu, hifzhul Quran tidak akan ada dalam hati kita, tanpa semangat iman dan ibadah kepada Allah Swt.
Sabtu, 08 September 2012
Allah-lah sebaik-baik penjaga
Seperti biasa, hari itu, di atas tempat duduk kereta Commuter Line yang nyaman di siang hari, karena tidak banyak penumpang, saya duduk melewati perjalanan dengan membaca buku, atau mengulang hafalan. Siang itu rasa kantuk tidak dapat dilawan, sehingga saya tertidur. Dan tanpa terasa stasiun tujuan sudah sampai, saya melangkah cepat turun dari kereta.
Baru tersadar, di mana tadi HP saya? Saya ingat persis HP saya bawa dan tidak tertinggal di rumah, karena tadi sebelum tertidur saya sempat menerima dan mengangkat telepon masuk dari suami. Sibuk mencari di seluruh sisi ruangan tas, HP itu tidak saya temukan. Ruang informasi stasiun segera saya datangi, mencari jalan ikhtiar untuk bisa menemukan kembali HP itu. Saya yakin HP tertinggal di kereta, kemungkinan terjatuh dari tas saat saya terkantuk. Ternyata ketika petugas security menelpon ke no saya, HP itu sudah mati. Petugas security berkomentar:
“HP nya sudah dimatikan bu, tidak ada peluang untuk menemukan/mendapatkan kembali. Ikhlas bu, resiko, naik kereta kehilangan HP.”
Secara fitrah manusiawi saya sempat sedih, membayangkan seluruh data yang ada, sulit untuk mendapatkan kembali, dan sebagian tentu menyangkut masalah amniyah. Sesampai di tempat tujuan, orang pertama yang saya hubungi adalah suami, mengabarkan tentang musibah ini, sekaligus meminta maaf, karena telah “teledor” menjaga harta” HP” titipan suami. Alhamdulillah beliau memaklumi. Lega rasanya…..
Selanjutnya menyusun langkah dan strategi yang harus segera diambil, yakni menghubungi atau datang ke provider untuk blokir nomor, jangan sampai nomor saya disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dalam perjalanan pulang, sekaligus menuju galeri provider, saya terus beristighfar, merenung, dan mengingat kembali, apa yang salah dari langkah saya di hari ini.
Mulai koreksi, adakah yang tertinggal dari kewajiban-kewajiban di hari ini. Ma’tsurat… alhamdulillah sudah. Infaq… Alhamdulillah sudah. Izin suami…..alhamdulillah juga sudah. Astaghfirullah…. tidak seperti biasanya. Tadi waktu mau berangkat, saya mengabaikan satu hal. Biasanya ketika mau berangkat, selalu ada “prosesi” pamitan dengan “mujahid kecil” saya, yang berusia 4 tahun. Urutannya adalah: peluk sayang, cium, salam, selipin lembaran uang receh 2000, dan daag…. Siang tadi, karena dia sedang asyik main dengan teman akrabnya, saya pergi tanpa sepengetahuan dia. Ooh…. maafkan ummi ya sayang. Sepertinya dia sangat kecewa. Dan ini adalah tegurannya.
Istighfar terus saya lantunkan. Sambil terus merenungi makna-makna yang terkandung dalam doa’ di ma’tsurat. Ya! Saya ingat, salah satunya adalah “bismillahi ladzi laa yadhurru ma’asmihi syaiun fil ardhi walaa fiisamaa’i wahuwa samiiul ‘aliim. Dengan nama Allah, yang bersama namaNya tidak ada sesuatupun yang ada di bumi dan di langit yang membahayakan. Dan Dialah yang maha mendengar lagi maha mengetahui.” Merenungkan makna yang ada dalam doa tersebut, saya terus berharap dan berdoa,
“Ya Allah, saya beriman, dan saya yakin dengan janji Mu dan RasulMu. Utsman bin Affan RA meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah seorang hamba setiap pagi dan sore membaca ‘bismillahiladzi laayadhurru…..’ sebanyak tiga kali, kecuali tidak akan ada sesuatu yang membahayakannya.” (HR. Abu dawud dan Tirmidzi).
Berbekal keyakinan tersebut, saya menjadi semakin tenang dan yakin, insya Allah tidak ada llah akan menjaga HP saya dari niat-niat jahat makhlukNya.
Dan subhanallah… Ketika saya sampai di rumah, ternyata anak saya baru pulang mengambil HP saya yang tertinggal di kereta, dari stasiun awal saya berangkat. Saya menangis haru, mensyukuri karuniaNya dan menyaksikan kebenaran janjiNya. Jalan cerita sampai ke sana, berawal dari sms anak ke HP saya (anak belum tahu kalau HP saya ‘hilang sesaat’ saat itu), minta dibelikan oleh-oleh dan kue. Dari sms tersebut, pihak security mengetahui no hp anak saya, yang kemudian security menginformasikan agar segera mengambil HP ummi di stasiun yang ditunjuk. Dan alhamdulillah, dari sinilah kemudian saya mendapatkan kembali HP saya.
Betapa besar karuniaMu ya Allah, saya jadi teringat dengan kisah di sebuah hadits yang menggambarkan betapa bahagianya seorang musafir yang menemukan kembali hewan tunggangan dan perbekalannya yang hilang, dan saat terbangun dari kantuk karena kecapean, ternyata hewan tunggangannya ada di depannya. Dan saking bahagianya, dia salah menyebut “ya Allah sesungguhnya aku Tuhanmu dan engkau hambaKu”. Mungkin bahagia saya saat itu kurang lebih sama, hanya saja alhamdulillah saya tidak salah nyebut.
Dari kejadian dan pengalaman inilah, saya menjadi semakin menguatkan motivasi untuk senantiasa mewiridkan Al Ma’tsurat dan tidak melewatkan hari kecuali membaca ma’tsurat. Semoga Allah selalu memberi kekuatan dan menjaga azam ini. Semoga para pembaca sekalian juga terinspirasi untuk selalu menjaga Al Ma’tsurat, dan bisa merasakan hikmah, betapa Allah lah sebaik baik penjaga. Jika seandainya seluruh penduduk langit berniat untuk memudharatkan kamu, tapi jika Allah tidak menghendaki, maka itu tidak dapat terjadi. Sebaliknya pun demikian. Wallahu khairan haafidza…. wallahu a’lam bishawab.
Sumber: http://www.dakwatuna.com
Minggu, 26 Agustus 2012
Tidak Membalas Hinaan
عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، أَنَّهُ قَالَ: بَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ وَمَعَهُ أَصْحَابُهُ وَقَعَ رَجُلٌ بِأَبِي بَكْرٍ، فَآذَاهُ، فَصَمَتَ عَنْهُ أَبُو بَكْرٍ ثُمَّ آذَاهُ الثَّانِيَةَ، فَصَمَتَ عَنْهُ أَبُو بَكْرٍ، ثُمَّ آذَاهُ الثَّالِثَةَ، فَانْتَصَرَ مِنْهُ أَبُو بَكْرٍ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ حِينَ انْتَصَرَ أَبُو بَكْرٍ، فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: أَوَجَدْتَ عَلَيَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «نَزَلَ مَلَكٌ مِنَ السَّمَاءِ يُكَذِّبُهُ بِمَا قَالَ لَكَ، فَلَمَّا انْتَصَرْتَ وَقَعَ الشَّيْطَانُ، فَلَمْ أَكُنْ لِأَجْلِسَ إِذْ وَقَعَ الشَّيْطَانُ»
Dari Sa’id bin Musayyib, ia berkata: Ketika Rasulullah duduk bersama sahabat-sahabatnya tiba-tiba seseorang mencaci Abu Bakar. Orang itu menyakiti Abu Bakar. Mendengar itu Abu Bakar diam saja. Kemudian orang itu menyakitinya lagi dan Abu Bakar tetap diam. Selanjutnya orang itu menyakitinya lagi untuk yang ketiga kali, saat itu barulah Abu Bakar membalasnya. Tiba-tiba Rasulullah berdiri ketika Abu Bakar membalas. Lantas Abu Bakar berkata: “Apakah anda mendapatkan sesuatu yang tidak menyenangkan dari saya, wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab: “Malaikat turun dari langit mendustakan apa yang dikatakannya tentang dirimu, tatkala kamu membalasnya datanglah setan. Aku tidak mau duduk di tempat yang ada setan di sana”. (HR. Abu Daud)
Satu lagi akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah tapi amat sulit untuk melaksanakannya. Barangkali kita sering mengalami hal yang dialami oleh Abu Bakar ini, tapi kita langsung membalas pada serangan pertama, bahkan dengan balasan yang lebih sadis dan keras. Sudah saatnya untuk meningkatkan derajat, kita belajar untuk mengendalikan diri untuk tidak menghiraukan apa saja bentuk caci maki yang dilemparkan orang kepada kita. Biarkan dia berlalu begitu saja. Sibukkan diri dengan hal yang perlu dilakukan. Pekerjaan yang berarti banyak sekali yang perlu dilakukan di dunia ini dari pada sekadar membalas hinaan dan cacian. Amal nyata jauh lebih bermanfaat dari pada memusingkan fitnahan. Apalagi bila tuduhan itu menimpa sekelas jama’ah atau komunitas manusia.
Boleh jadi selama ini kita memberikan balasan keras, karena:
1. Tidak tahu bahwa mendiamkan atau tidak membalas itu merupakan akhlak mulia.
2. Takut orang lain ikut berburuk sangka kepada kita. Nanti mereka berpikiran; kalau memang tidak begitu kenapa tidak memberikan klarifikasi, kenapa diam saja?
3. Lemahnya keyakinan bahwa Allah akan membalas itu semua dengan pahala yang besar di akhirat nanti dan akan meninggikan wibawanya di hadapan manusia.
4. Tidak tahu hakikat sebenarnya bahwa orang yang mencaci itu sekalipun caciannya benar, ia lagi menyumbangkan kebaikannya kepada kita atau menyiapkan diri untuk memikul kesalahan kita. Apalagi kalau cacian itu jauh dari kenyataan atau hanya sekadar fitnahan.
5. Sifat seperti ini yang dinamakan dengan “hilm”, orang yang mempunyai sifat ini disebut “halim”, salah satu sifat Allah yang harus ditiru. Orang jahiliyah saja mengimpikannya dan berbangga bila ada pada dirinya sifat ini.
Kalaupun harus memberikan jawaban atau meluruskan tuduhan supaya orang lain tidak terjatuh kepada perbuatan buruk sangka kepada kita, maka kita bisa memakai cara yang baik, tenang dan santun. Keyakinan bahwa Allah akan menjaga harga diri kita perlu ditumbuhkan dengan memahami hadis ini.
Semoga Allah menuntun kita kepada akhlak-akhlak yang mulia sekalipun harus dengan langkah yang tertatih-tatih. Usaha dengan penuh keyakinan lambat laun akan membuahkan hasil. Segala yang baru susah diamalkan, sampai perbuatan ini menjadi biasa dalam diri kita dan menjadi akhlak yang akan muncul dengan spontan. Yang paling penting sekali, terlebih dahulu kita mengakui ini adalah akhlak mulia yang dianjurkan Allah.
Rasul juga berkata:
عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ»
Dari Abu Darda’, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada sesuatupun yang lebih berat pada timbangan amal di hari kiamat selain akhlak yang baik”. (HR. Abu Daud)
اللهم ارزقنا حسن الخلق، وارزقنا الحلم العلم والحكمة
Ya Allah, karuniakanlah kepada kami akhlak yang mulia, dan karuniakanlah kepada kami sifat santun, ilmu dan hikmah.
Penulis: Ust. Zulfi Akmal, MA.
Sumber : http://www.al-intima.com
Jumat, 24 Agustus 2012
Refleksi Rumah Qur’an Bina Ukhuwah
Assalamu’alikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Alhamdulilah, Allah terus memberikan kita karunia yang sangat banyak kepada kita. Mudah-mudahan inilah isyarat Allah atas bahwa kita dipercaya (Insya Allah) untuk bergabung dalam Hizbullah (Tentara Allah). Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah SAW, kepada keluarga, sahabatnya, sampai kepada kita.
Kamis, 16 Agustus 2012
Kulwit Ringkasan I’tikaf
Bismilah, ini kulwit admin @RumahQuran_BU tentang penjelasan ringkas tentang I’tikaf. Semoga Bermanfaat
-
1.Bismilah,Pagi mubarak.Kali ni admin akan kulwitkan ttg amal yang suka terlupakan #I'tikaf. Merapat dulu kesini ya.Perkaya Ilmu
Rabu, 08 Agustus 2012
Kita, mereka dan Al-Quran
Di sini, kita akan mendiskusikan tentang pendahulu umat ini yang berhasil mengakrabkan diri dengan Al Quran. Mereka adalah pribadi-pribadi yang sibuk dengan Al Quran melebihi kesibukan dengan selainnya. Kesibukan itulah yang menjadikan keberkahan pada kehidupan yang mereka jalani. Dan, karena hal itu pula mereka mendapat tempat terbaik di sisi Allah.
Lailatul Qadar
Allah Ta ‘ala berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) saat Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala uuusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. “(Al Qadr: 1-5)
Allah memberitahukan bahwa Dia menurunkan Al Quran pada malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh keberkahan. Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Quran) pada suatu malam yang diberkahi.” (Ad Dukhaan:3) Dan malam itu berada di bulan Ramadhan, sebagaimana firman Allah Ta ‘ala : “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an.” (Al Baqarah: 185).
Senin, 09 Juli 2012
10 Tips Menyambut Ramadhan
1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)
Fiqh Ringkas Ramadhan
Shaum atau puasa secara bahasa bermakna al-imsak atau menahan diri dari sesuatu seperti menahan diri dari makan atau berbicara. Makna shaum seperti ini dipakai dalam ayat ke-26 surat Maryam. “Maka makan dan minumlah kamu, wahai Maryam, dan tenangkanlah hatimu; dan jika kamu bertemu seseorang, maka katakanlah saya sedang berpuasa dan tidak mau berbicara dengan siapapun.”
Sedangkan secara istilah, shaum adalah menahan dari dari dua jalan syahwat, mulut dan kemaluan, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan pahala puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari
Kamis, 24 Mei 2012
Keutamaan Ilmu
Kebodohan adalah salah satu sebab utama seseorang terjerumus ke dalam kemaksiatan dan kefasikan, bahkan ke dalam kemusyrikan atau kekafiran.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Kebaikan anak Adam adalah dengan iman dan amal shalih, dan tidaklah mengeluarkan mereka dari kebaikan, kecuali dua perkara:
Pertama: Kebodohan, kebalikan dari ilmu, sehingga orang-orangnya akan menjadi sesat.
Minggu, 06 Mei 2012
Menyampaikan Tausiyah dengan Lemah Lembut
Ketika para sahabat bermajelis bersama Rasulullah mendengark
an wasiat-wasiat beliau, mereka merasakan seolah-olah bumi berhenti berputar. Seolah-olah hanya ada mereka bersama Rasulullah. Mereka melupakan harta dunia yang dimilikinya, melupakan anak dan istri di rumah. Hati mereka tertuju pada wasiat Rasulullah yang agung. Kata-kata dari lisan Rasulullah membasuh jiwa mereka sehingga jiwa mereka menjadi tenang.
Wasiat-wasiat Rasulullah tentang akhirat mampu mengucurkan air mata pada sahabat. Inilah kekuatan kalam Rasul. Seorang sahabat, Abu Najih Al ‘Irbad bin Sariyah berkata, “Rasulullah memberi kami wasiat yang membuat hati kami bergetar dan mata kami menangis.”
Jumat, 04 Mei 2012
Mengatasi Masalah Pribadi
Siapa yang tidak memiliki masalah?
Masalah adalah bagian dari kehidupan. Jika bukan karena jarak dan perpisahan, orang tidak akan pernah tahu sukacita pertemuan dan reuni. Jika bukan karena kemiskinan, orang tidak akan tahu kekayaan. Dan jika bukan karena kesedihan, orang tidak akan tahu sukacita.
Rabu, 15 Februari 2012
Taujih Menghafal Al-Qur’an
Popular Posts
-
Nabi Muhammad SAW sering mengutarakan dalam doanya agar selalu terhindar dari sifat malas, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan agar ti...
-
“Wahai Amirul mukminin, apakah yang wajib kita ikuti itu Kitab Allah ataukah ucapanmu?” seorang wanita dengan penuh keberanian melontarkan p...
-
Sebuah nasyid yang menggetarkan hati kita. Membuat semangat jiwa kita kembali berkobar!!! Saatnya kita mempunyai koleksi nasyid yang seperti...
-
Setiap orang tua muslim pasti ingin memiliki anak-anak yang hafal Al-Qur'an dan berprestasi. Apalagi para kader dakwah yang sangat men...
-
A. Sahkah shalat (bagi Imam atau bagi yang shalat Sendiri) tanpa membaca Al Fatihah? Golongan pertama mengatakan sah, walau membaca s...
-
ZILZAAL: YAHUDI MELEMAHKAN DENGAN ROKOK : Yahudi adalah bangsa picik yang memang jahat. Ditengah Yahudi menjadi aktor produsen asap memat...
-
Berikut ini adalah link shirah Umar Bin Khattab. Silahkan Download melalui link ini. Semoga Bermanfaat Umar bin Khattab 01 (16 votes...
-
Selaksa keagungan cinta mulai mempersatukan dua hati. Terdengarlah keajaiban cinta menuntut segalanya. Menuntut para insan untuk bisa bahagi...
-
Berikut ini adalah kulwit admin @ RumahQuran_BU tentang kegiatan Buka bersama dan Santunan bersama anak yatim yang dilaksanakan pada har...
